5 Pemain Muda Potensial di Piala Dunia 2022

Sebagai turnamen sepakbola paling bergengsi di dunia, Piala Dunia adalah panggung untuk menciptakan sebuah reputasi dan juga untuk memamerkan skill seorang pemain. Untuk pemain muda, performa impresif di Piala Dunia akan menempatkan namanya di pusat perhatian dengan penampilan yang akan diingat bertahun-tahun kemudian. Pada Piala Dunia 1998, Pele mencetak gol di Piala Dunia meski usianya masih relatif remaja, 17 tahun. 60 tahun kemudian, seorang remaja lainnya kembali menempatkan namanya di daftar pencetak gol di Piala Dunia, remaja ini Bernama Kylian Mbappe. Selain kedua nama tersebut, ada juga Michael Owen yang menjadi perhatian ketika mencetak salah satu gol bersejarah di Piala Dunia 1998 saat usianya masih 18 tahun.

Berkat hal tersebut, berikut ini daftar 5 pemain yang berpeluang untuk mencuri perhatian di Piala Dunia 2022.

1. Pedri

Gelandang Barcelona berusia 20 tahun ini bisa dianggap sebagai pemain muda paling potensial saat ini. Penempatan posisi dan akurasi umpannya tidak bisa diragukan lagi. Kemampuannya untuk mempertahankan bola dan dalam memulai serangan menjadi alasan kenapa Pedri sangat efisien di lapangan. Kehadiran Pedri sangat membantu Spanyol yang sangat merindukan sosok playmaker di jantung permainan setelah Andres Iniesta. Pedri adalah pemain kunci di lini serang Spanyol. Di turnamen debutnya bersama timnas senior Spanyol, Pedri mendapatkan penghargaan sebagai pemain muda terbaik di Euro 2020, mengantarkan Spanyol ke babak semifinal. Tak mengherankan jika Pedri menjadi pemain muda yang perlu dinantikan kiprahnya di Qatar 2022.

2. Antony

Antony merupakan pemain sayap yang paling menarik perhatian di Eropa saat ini. Kaki kirinya tak jarang memberikan pertunjukan dan atraksi bagi penonton lewat trik dan skill-nya. Di lini serang Antony adalah pemain yang sangat berbahaya berkat kemampuannya untuk menciptakan peluang maupun dalam mencetak gol. Dalam 33 penampilan bersama Ajax Amsterdam musim lalu, Antony mencatatkan 12 gol dan 10 assist. Tak ayal jika kecepatan dan kemampuan menggiring bola Antony adalah senjata yang efektif untuk dalam menghadapi segala bentuk taktik bertahan. Tak diragukan lagi jika Antony masuk ke dalam skema rencana Brasil untuk berbicara banyak di Qatar.

3. Jude Bellingham

Meski usianya baru menginjak 19 tahun, Jude Bellingham sudah mendapatkan perhatian dunia. Mendominasi di lini tengah dan mampu untuk berkontribusi banyak di serngan membuat Bellingham sangat efektif di usianya yang muda. Bermain dikelilingi oleh pemain-pemain senior pun tak memberikan tekanan lebih untuk Bellingham. Mencatatkan 43 penampilan bagi Borussia Dortmund musim lalu, Bellingham mencatatkan 6 gol dan 14 assist. Sudah seharusnya Bellingham menjadi pemain kunci bagi Inggris di Qatar.

4. Jamal Musiala

Dengan catatan impresifnya di lini serang, tak mengherankan jika Jamal Musiala masuk ke dalam daftar ini. Gelandang serang berusia 19 ini tampil sebanyak 40 pertandingan untuk Bayern Munich, mencetak 8 gol dan 6 assist. Meski usianya relatif muda, Jamal Musiala sudah bermain untuk timnas senior Jerman sebanyak 15 kali. Performanya bersama Bayern Munich musim lalu, tak mengagetkan jika Musiala akan menjadi pemain penting bagi Jerman di Qatar dan juga beberapa tahun kemudian.

5. Aurelien Tchouameni

Resmi berseragam Real Madrid musim ini, setelah dibeli dari AS Monaco, Tchouameni adalah gelandang cerdik yang menuai pujian atas kemampuannya. Tchouameni memainkan peran sebagai gelandang bertahan dengan sangat baik, namun Tchouameni terlihat menonjol di segala aspek permainan. Kemampuan merebut bola yang diatas rata-rata dan mengalirkan bola ke depan, Tchouameni adalah paket lengkap untuk seorang gelandang. Dengan situasi Paul Pogba dan N’Golo Kante yang tak kunjung kembali ke performa terbaik, Tchouameni memiliki kualitas untuk menggantikan keduanya di Qatar.

About Radi

Pecinta sepakbola yang ingin berbagi informasi seputar dunia kulit bundar

Check Also

FIFA Resmi Memperkenalkan Teknologi Baru Di Piala Dunia 2022

FIFA mengumumkan bahwa teknologi semi-otomatis untuk mendeteksi offside akan mulai digunakan di Piala Dunia 2022 …